‘Early Warning System’ Bencana Kacau, Muncul Isu Santer Merapi Meletus Kembali

Aktifitas Gunung Merapi Yang Masih Berstatus WASPADA atau Dilevel II

Aktifitas Gunung Merapi Yang Masih Berstatus WASPADA atau Dilevel II

Suasana riuh dan marak semalam hingga sore ini mewarnai beberapa jejaring social di internet seperti facebook dan twitter. Rata-rata mereka menanyakan soal status Merapi dan keaktifan gunung Merapi yang “menggeliat” kembali aktifitasnya. Padahal, kabar itu dibaca lewat dua berita portal yang mendominasi di jejaring sosial lewat internet. Banyak pertanyaan muncul; Apakah gunung Merapi mulai aktif kembali? Pertanyaan ini seharusnya tidak muncul dengan sistim pemberitaan yang akuntabilitas data serta opini lembaga yang berkepentingan sudah jelas.

Bahwa sampai saat ini status Merapi masih “WASPADA di LEVEL II”. Sekaligus beberapa pembaca berita yang telah mendengar kabar posisi status gunung Merapi menjadikan bahan pembicaraan tanpa dibarengi pengetahuan tentang kegunungapian yang memadahi. Sehingga pemberitaan ini memicu isu bahwa Merapi akan meletus. Akibatnya, beberapa relawan sibuk melakukan klarifikasi baik dari mulut ke mulut maupun lewat jejaring soasial kembali. Memberikan penjelasan dan klarifikasi seperti yang di facebook salah satu relawan Merapi di Magelang ;

Sekilas Info : Menginggat maraknya pemberitaan yang beredar di masyarakat tentang aktivitas Gunung Merapi, kebetulan kami mendapat info dari Bapak Bandriyo Kepala BPPTK Yogyakarta yang selalu berkoordinasi dengan kami, Bahwasanya aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level II atau Waspada. Dan apabila ada sedikit perubahan terhadap aktivitas Gunung Merapi yaitu timbulnya asap pekat di puncak disebabkan oleh masih seringnya hujan mengguyur puncak Gunung Merapi. Sehingga reaksi air hujan yang bercampur dengan endapan material di puncak yang bersuhu masih tinggi/panas yang menimbulkan perubahan asap yang agak pekat. Dan kembali kami informasikan sampai detik ini Status GUnung Merapi masih tetap di LEVEL II atau WASPADA (Hengky Relawan Merapi Magelang).

Persoalan semacam ini tidak perlu terjadi jika segala elemen yang menyangkut bencana, diseluruh Indonesia bekerja secara proaktif. Pengalaman dilapangan tidak menunjukan demikian sebab sistim birokrasi maaf…baik BPPTK, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat disekitar lereng Merapi kurang proaktif melakukan dan menjalankan Early Warning Sistim Bencana. Bagaimana tidak, laporan BPPTK terhadap perkembangan Merapi dilaporkan hanya sepakan sekali. Melalui faks ke beberapa kabupaten/kota yang berada di dua perbatasan Propinsi Jateng dan DIY.

“Itupun kalau faks diterima langsung. Kalau sudah akhir pecan begini pasti besoknya atau dua hari berikutnya dilakukan sosialisasi informasi dari rekomendasi BPPTK itu,”ungkap salah seorang penjaga kantor Bupati Pemkab Magelang.

Memang ada upaya positif yang dilakukan oleh BPPTK, relawan dan instansi terkait. Seeperti pemasangankamera CCTV di setiap sudut sungai saat terjadi ancaman banjir lahar dingin, pemasangan beberapa alat elektronik di kawasan puncak merapi. Namun, proaktifnya juga masih sangat diperlukan sehingga kecepatan infromasi untuk menepis isu yang tersebar di masyarakat bisa langsung ditepis dan terklarifikasi secara cepat.

Berbeda dengan yang terjadi di Jepang, saat tsunami menerjang negeri sakura itu. Mereka dengan sangat tenang dan terkoordinasi menghadapi gejolak dan bencana alam begitu hebatnya. Fasilitas yang memadahi dan peralatan yang kapabel menjadikan pengungsi tsunami disana merasa nyaman. Indonesia harusnya banyak belajar dari negeri yang pernah menjajah negeri tercinta ini. Harusnya Indonesialah yang menjadi contoh dan kelinci percobaan soal penanganan bencana. Sebab, negara tropis Indonesia ini memiliki segala macam, keunikan serta keberagaman jenis penyakit dan bencana. Namun mengapa justru mereka yang negaranya tujuh kali lipat lebih kecil wilayahnya yang kini menjadi kiblat soal Early Warning System? Harusnya para pejabat, lembaga serta relawan bencana di Indonesia bisa bermawas diri.

Save Our Earth! Lindungi Negeri Ini Dari Bencana Yang Datang Bertubi-tubi! Amin….


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments are closed.